MASTA IMM & ORTOM UAD 2015

Masa Ta’aruf adalah program penyambutan mahasiswa baru tahun 2015 yang bertujuan untuk :

  1. Memperkenalkan organisasi otonom Muhammadiyah di Universitas Ahmad Dahlan yaitu Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Hizbul Wathan dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

Organisasi Otonom Muhammadiyah ialah organisasi atau badan yang dibentuk oleh Persyarikatan Muhammadiyah tertentu sendiri, membina warga Persyarikatan Muhammadiyah tertentu dan dalam bidang-bidang tertentu pula dalam rangka mencapai maksud dan tujuan Persyarikatan Muhammadiyah.

Maksud dan Tujuan Muhammadiyah

Segala hal yang dikerjakan oleh Muhammadiyah didahului dengan adanya maksud dan tujuan, yang berbunyi “Menegakkan dan menjujung tinggi agama islam sehingga terwujud masyarakat islam yang sebenar-benarnya.”

Hizbul Wathan

Gerakan kepanduan Hizbul Wathan atau yang sering kita dengar dengan istilah HW merupakan salah satu organisasi otonom (ortom) milik Persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak di bidang kepanduan dengan dasar Al-Qur’an da as-sunnah. HW didirikan pertama kali di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1918 oleh KH Ahmad Dahlan.

Tapak Suci

Tapak Suci Putera Muhammadiyah adalah organisasi otonom di lingkungan Muhammadiyah yang beraqidah islam, bersumber pada Al-Quran dan As-Sunnah, berjiwa ppersaudaraan, dan merupakan perkumpulan dan perguruan seni bela diri.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

IMM merupakan organisasi otonom di bawah Muhammadiyah yang bergerak di ranah mahasiswa dengan konsep triloginya yaitu Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanitas yang bertujuan “Mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.”

ATRIBUT MAHASISWA BARU:

  • Laki laki menggunakan Kemeja putih , celana hitam kain , jas alma dan Peci hitam
  • Perempuan menggunakan Kemeja putih panjang, rok hitam kain ( bukan shifon ), jas alma dan jilbab merah maroon wajib diurai kebawah dan double jika menggunakan paris (tidak boleh terawang)
  • Membuat Cocard peserta
  • Menggunakan tas atribut fakultas
  • Menggunakan sepatu dan kaos kaki yang sudah di tentukan fakultas

BARANG BAWAAN MABA DI HARI MASTA :

  • Mahasiswa baru Wajib membawa buku panduan p2k
  • Membawa uang sebesar 5 ribu untuk baksos
  • Membawa alat shalat ( mukena, sejadah )
  • Menulis kan potongan surat Ali –imran 104, ali imran : 110, dan al ahzab : 21 ,arti ,dan makna dikertas polio
  • Mencari Biografi tokoh muhammadiyah di print 3 tokoh disertai foto tdk di jilid
  • Membawa buku non fiksi (agama, kemuhammadiyahan dan kemahasiswaan) à 1 kelompok 3 buku

(ketentuan boleh baru dan bekas jika baru harga tidak boleh lebih dari 25 ribu per buku)

  • Wajib membawa Aqua 1.5 liter (5ribu) dan Roti dengan harga 8 ribu dan membawa makanan seperlunya
  • uang cadangan maba tidak boleh membawa lebih dari 20 ribu

 

Logo IMM Logo Tapak Suci Logo Hizbul Wathan
logo imm tapak suci HW

 

Petunjuk Pembuatan Co-Card

MASTA

 

 

 

 

masta2

 

 

 

 

Materi Technical Meeting dapat diunduh pada link berikut:

http://imm.fti.uad.ac.id/wp-content/uploads/2015/08/TM-Masta-2015.pdf

Selamat !!! Korkom IMM UAD Resmi Dilantik

Di awal periode kepemimpinannya, Pimpinan Cabang IMM Djazman Al-Kindi Kota Yogyakarta baru saja melantik Kordinator Komisariat (KORKOM) IMM UAD periode 2015/2016 pada hari Senin, 24 Agustus 2015 di Aula Islamic Center UAD. Unsur Pembantu Pimpinan ini, selama satu periode akan membawahi 11 komisariat IMM yang berada di UAD.
Pelantikan sekaligus Talkshow Pergerakan yang mengusung tema Meneguhkan Substansi, Ciptakan Manuver Ideologis, dihadiri oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UAD, BEM Universitas, Ortom, dan kader IMM se-UAD ini, mulai menunjukan keharmonisan gerakan yang coba mulai dibangun IMM UAD dalam satu periode ke depan.
Immawan Showab, selaku Ketua Korkom menyampaikan bahwa perlu adanya sinergitas antar pimpinan yang akan membawa misi IMM ini sampai kepada jalur yang diinginkan. PC IMM, Korkom, Komisariat, rektorat dan pihak-pihak yang nantinya akan banyak terlibat di IMM UAD ini akan banyak dilibatkan demi tercapaikan progresif gerakan.
Ketua PC IMM Djazman Alkindi, Lady Farhana, juga menyampaikan ada tiga agenda besar PC IMM Djazman Al-Kindi periode ini usung dan harapannya bisa mulai di break down oleh korkom dalam pelaksanaan fungsi, tugas, dan perannya. Tiga pokok itu adalah penguatan ideologi yang akan mulai dibangun di forum rutin pimpinan dengan selalu meng-upgrade pengetahuan kader IMM mengenai IMM itu sendiri, pengejawantahan profil kader ikatan yang dilakukan dengan amal-amal nyata bagi masyarakat, dan dakwah media.
“Kita sudah sama-sama menyadari, dalam tataran global, media berperan besar dalam menentukan nilai bahkan sudah sampai tataran doktrin. Hal yang sangat disayangkan, ternyata media kemungkaran yang berdiaspora dan menguasai. Oleh karenanya, menjadi kewajiban kita, sebagai kader IMM, untuk mulai menguasai media untuk ber-fastabiqul khoirot menularkan benih-benih kebaikan dan melawan kemungkaran dengan coba mulai mengeluarkan gagasan-gagasan yang diyakini IMM itu sendiri”, Kata Lady Farhana.
Dalam penutupnya, Sucipto, M.Pd., BI selaku pembina IMM UAD juga menyampaikan bahwa KORKOM perlu mengawal keteguhan ideologi bagi pimpinan juga kader yang pernah masuk IMM. Ke depan juga korkom mulai mengenalkan forum-forum kajian pimpinan salah satunya akan banyak mengenalkan Muhammadiyah dan IMM. Setelah memahami sebagai ide yang telah melangit, IMM tinggal membumikan gerakan.  “Korkom juga harus menyadari, bahwa IMM bukanlah sekedar organisasi, namun IMM juga sebagai gerakan.” tambahnya.Oleh : Lady Farhana

#SavePengungsiRohingya : IMM MIPA/JP MIPA UAD

Yogyakarta, 22 Mei 2015, IMM MIPA/JPMIPA UAD kembali melaksanakan Sekolah Diskusi. Materi pada diskusi kali ini adalah tentang Analisis Sosial (Pengungsi Rohingya).

Keberadaan pengungsi Rohingya memang sudah cukup booming di jejaring sosial ataupun di TV Nusantara, tetapi ternyata masih banyak orang bahkan mahasiswa yang belum megetahui siapa mereka, apa keperluan mereka, mengapa banyak orang yang ingin membantu mereka, dll. Berlandaskan keprihatinan tersebut, IMM MIPA/JPMIPA UAD mengambil Tema ‘Save Pengungsi Rohingya’ untuk Sekolah Diskusi kali ini.

Pembahasan diskusi awal adalah mengenai siapa Rohingya, kemudian berlanjut mengapa mereka ditindas, dan diakhiri dengan bagaimana sikap kita terhadap kejadian yang menimpa mereka.

“Alhamdulillah, diskusi ini mendapat respon positif dari peserta yang hadir. Hal ini dibuktikan dengan akan adanya aksi solidaritas penggalangan dana untuk Rohingya yang dipelopori oleh peseta Sekolah Diskusi,” kata salah satu bidang hikmah penyelenggara Sekolah Diskusi.

LDP IMM FTI : Mempersiapkan Kader Penerus Pimpinan

LDP (Latihan Dasar Pimpinan) adalah bagian dari program pengkaderan IMM FTI (Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah Fakultas Teknologi Industri) sebagai upaya Pimpinan Komisariat IMM FTI untuk mempersiapkan regenerasi struktur Pimpinan Komisaria IMM FTI periode selanjutnya. Kegiatan yang berlangsung di Wisma Kaliurang (Magersari, Ngesiksigondho, Kaliurang Barat Yogyakarta) pada hari Sabtu-Ahad, tanggal 16-17 Mei 2015.

Kegiatan ini khusus diikuti oleh kader IMM FTI UAD non-PK, dikarenakan bertujuan untuk mempersiapkan calon Pimpinan Komisariat IMM FTI UAD. Sehingga Pimpinan Komisariat IMM FTI UAD selanjutnya tidak prematur dan lebih siap dalam menghadapi tantangan periode ke depan dengan jiwa yang tegar dan ikhlas dengan mengejawantahkan ideologi IMM.

Tahsin bada subuh LDP IMM FTI
Tahsin Bareng Ba’da subuh LDP IMM FTI

Materi yang disampaika pada kegiatan ini merupakn kolaborasi kebutuhan kader di komisariat IMM FTI UAD dan silabus pengkaderan Pimpinan Cabang IMM Djazma Al Kindi Kota Yogyakarta. Materi tersebut meliputi Kemuhammadiyahan, penguatan keimanan, character engineer, ibadah praktis, komunikasi intrapersonal, germa analisis komisariat, GBHO (Garis Besar Haluan Organisasi), kolektif kolegial dan mekanisme kerja pimpinan komisariat. Macam-macam materi tersebut dikemas dengan aktif learning yang tidak ada satu pun peserta yang diam saja dalam tiap satu jenis materi dengan pendekatan berpikir secara dewasa.

Immawati Nafia selaku sekretaris bidang kader IMM FTI UAD menyampaikan,”LDP ini bukanlah satu-satunya cara mempersiapkan kader untuk duduk di Pimpinan Komisariat, namun kegiatan ini diadakan karena IMM FTI butuh metode pengkaderan seperti ini”.

Menyambung Tali Ikatan Antar Komisariat, IMM FTI & IMM Farmasi UAD dengan IMM Aufklarung & IMM Kardiovaskuler UMM

Rintik hujan mengawali langkah perjalanan kita. Semua peserta saling hiruk-pikuk dengan barang bawaan masing-masing. Terbayang sebuah perjalanan yang cukup panjang ke sebuah kota yang dikenal sebagai kota Apel dari Jawa Timur. Malang tak ubahnya sama dengan kota Yogyakarta, yaitu kota pelajar dan kota wisata di Pulau Jawa.

Perjalanan para kader IMM UAD ke kota Malang merupakan kegiatan studi banding Komisariat IMM FTI dan IMM Farmasi UAD ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN MALIKI). Kegiatan yang bertemakan “Menjalin Ikatan Sebagai Pondasi Dan Aktualisasi Gerakan” mencoba membangun jaringan antar kader IMM diadakan pada tanggal 26-28 April 205. Kegiatan ini bagian dari program kerja bidang organisasi kedua komisariat yang dilaksanakan secara bersama-sama.

ummalang

Universitas Muhammadiyah Malang sebuah representatif dari kebesaran Muhammadiyah di kota Malang yang terlihat dari bangunan kampus putihnya yang megah nan menawan. Disana rombongan IMM FTI dan Farmasi UAD bertemu dengan Komisariat IMM Aufklarung (Fakultas Teknik UMM) dan IMM Vadiofaskuler (Fakultas Ilmu Kesehatan UMM). “Nama komisariat Aufklarung adalah kata dalam bahasa Jerman berarti pencerahan, penerangan Aufklarung mewujudkan cita-cita Renaince” tutur Immawan Dzul yang salah satu Pimpinan Komisariat IMM Aufklarung UMM.

Sementara nama Komisaiat Kadiovaskuler merupakan istilah sistem perederan darah (jantung) pada tubuh manusia dalam ilmu kesehatan. Harapannya IMM Komisariat Kardiovaskuler ini menjadi jantungnya IMM di UMM.

Kunjungan kami di UMM Malang menghasilkan sebuah kesepakatan penguatan jaringan kader IMM Fakultas Teknik dan IMM Fakultas Farmasi. Immawan Faris yang merupakan Ketua Komisariat IMM Aufklarung menyampaikan, “IMM UAD bagus, sangat interest, rasa keingintahuannya untuk pengkaderan dan keroganisasian, pengaturannya memiliki kekhususan sendiri di tiap-tiap daerah dan universitas. Apalagi tadi ada sharing dari temen-temen UAD bisa menjadi tolak ukur bagaiman kondisi disana dan bagaimana yang bisa kita ambil dari IMM UAD, misalnya disisi pengkaderan, sisi organisasinya. Bahkan masalah sisi teknis kepanitian dan kedisiplinannya bisa kita ambil. Harapan kedepannya tetap bisa saling berkomunikasi dan membentuk forum lain setelah ini” tuturnya saat diwawancarai.

 

Workshop Ikatan IMM UAD

IMM UAD mengadakan kegiatan Workshop Ikatan IMM UAD yang diikuti oleh jajaran Pimpinan Harian dan Pimpinan Komisariat yang berlangsung 18- 19 April 2015 di SKB Bantul. Kegiatan yangberlangsung di tengah ujian tengah semester ini, tidak mengurangi semangat dari kader-kade IMM untuk merumuskan langkah reformis gerakan IMM di masa yang akan datang.
Kegiatan workshop IMM ini terdiri dari berbagai cara, salah satunya Brain Storming gerakan IMM UAD yang dipandu oleh pembina IMM UAD yaitu BapakSucipto M.Pd. BI. dan Ibu Yuniar S.K.M., M.P.H. Dalam penyampaian materinya Bapak Sucipto M.Pd.BI. menyampaiakan perlunyamenggelorakan semangat gerakan IMM, pada level individu kader IMM diarahkan untuk penyadaran bahwa hidup manusia harus bedasarkan tauhid, ibadah, dan taat kepada Allah. IMM harus begerak mengejawantahkan Islam sebagai agama yang membebaskan, ia semestinya mampu menjawab problem-problem kemanusiaan, membebaskan manusia dari gaya hidup modern yang cenderung menjauhkan manusia dari yang hakiki dan terbelenggu budaya artifisial.

workshop imm

Ibu Yuniar dalam materinya menyampaikan bahwa kader IMM UAD harus bisa menjadi aktivis akademisi, sebuah kondisi dimana antara kegiatan softskill di keorganisasian haru imbang dengan
aktivitas akademika di kampus, sehingga kita bisa menjadi tauladan bagi kader dibawahnya. Jadilah calon pemimpin di masa depan, mulai dari Rektorat hingga pemimpin di pemerintahan Indonesia. Hasil dari kegiatan Workshop Ikatan ini menghasilkan sebuah rancangan pergerakan baru IMM UAD.Rancangan baru ini terdiri dari 5 komisi yang nantinya akan menjadi katalisator warna gerakan IMMUAD di periode selanjutnya. Acara ini ditutup dengan penuh suka cita dan diakhiri dengan sambutan dari pembina IMM Zona 2Bapak Mufti Hakim S.H. M.H. beliau menyampaikan bahwa kegiatan Workshop Ikatan merupakan sebuah langkah revolusioner dari forum elit IMM UAD
yang mampu menjawab kegelisahan kaderIMM. Kader IMM harus bisa berprestasi dan menjadi teladan bagi mahasiswa pada umumnya.IMM adalah organisasi kader bagian dari elemen mahasiswa Muhammadiyah sehingga aktivitasnya penting untuk memahami bahwa gerakanya adalah “gerakan Islam”, yang maksud geraknya adalah “dakwah Islam amar ma’ruf nahi mungkar”. Itulah obsesi besar Muhammadiyah yang menjadi muara gerakan IMM. IMM UAD harus terus masif dalam pergerakan, menjadi pioner dalam menjawab tantangan umat dan di masa yang akan datang mampu melahirkan cendikiawan-cendikiawan muslim yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia.
peserta workshop imm

Dialog bersama WAREK III UAD di Workshop Ikatan IMM UAD

Dialog bersama WAREK III UAD Bpk. DR. Abdul Fadlil, M.T. merupakan bagian dari rangkaian acara Workshop Ikatan IMM UAD. Kegiatan yang berlangsung pada 18-19 April 2015 di SKB Bantul diikuti oleh jajaran Pimpinan Harian dan Pimpinan Komisariat IMM UAD serta beberapa delegasi undangan kader. Acara dialog bersama WAREK III UAD bertujuan untuk menampung aspirasi permasalahan kader IMM UAD di lingkungan universitas, selain itu juga meningkatkan jalinan kerja sama yang lebih kuat antara kader IMM UAD dengan jajaran Rektorat.

Acara dialog ini di moderatori oleh perwakilan KORKOM IMM UAD yaitu Immawan Amirul. Sesi diskusi ini dibagi menjadi 2 termin dengan masing-masing termin terdiri dari dua penanya. Ada 4 orang penanya pada waktu itu, yang masing-masing mewakili immawan dan immawati. Diskusi yang berlangsung 1 jam ini berlangsung dengan penuh antusias dari para peserta.

Bapak Dr. Abdul Fadlil, M.T. pada intinya menyatakan bahwa kader-kader IMM UAD harus bergerak dan berkegiatan. IMM UAD juga harus mempunyai jabatan dan peran strategis di ORMAWA UAD serta mengirim kadernya menjadi duta-duta di berbagai UKM yang ada. Kader-kader yang didelegasikan tersebut harapanya bisa memberi warna di ORMAWA dan UKM, bukan justru malah melebur maka dari itu kegiatan pengkaderan dasar seperti DAD (Darul Arqam Dasar) harus lebih digalakan agar kader-kader yang didelegasikan nanti punya dasar ideologi yang kuat. IMM juga harus lebih berperperan dalam mewujudkan visi UAD dalam Islamisasi kampus, kader IMM harus bisa menjadi teladan bagi kader IMM atau mahasiswa pada umumnya.

IMM Ekonomi UAD Mengadakan Seminar Nasional MEA

Sabtu 28/03/2015, bertempat di ruang Auditorium Kampus I universitas Ahmad Dahlan (UAD), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Komisariat Ekonomi UAD, yang bekerjasama dengan Fakultas ekonomi UAD dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan menyelenggarakan Seminar nasional yang menjadi salah satu Program Kerja dari Bidang Hikmah  Di IMM komisariat Ekonomi.  Seminar kali ini mengusung tema “Setrategi Kreatif Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015”.
“Dengan seminar nasional ini diharapkan mampu mebuka ide dan wawaasan apa saja setrategi yang harus disiapkan oleh mahasiswa,” tutur Azzam selaku ketua panitia seminar.
Hadir sebagai pembicara adalah Sukarman, SSI.,M.sc.,M.Ec.Dev. dari Staff Bagian Luar Negeri MENKO RI, beliau memaparkan Bahwa “MEA merupakan keharusan zaman yang harus mampu dihadapi. Maka bangsa Indonesia harus mampu memperkuat sektor agraris, dan mereformasi sistem pemerintah yang buruk”.  Sementara itu kedua pembicara, HR Gonang Djuliastono, ketua kamar dagang dan industri (KADIN) DIY, berpendapat bahwa “MEA merupakan Peluang Masing – masing Negara dan kuncinya pada diri sendiri, mencintai produk sendiri dan mampu membedakan keinginan dan kebutuhan”. Rai Rake S, SE.,GDBUS.,MSA  University of Nueva Caceres, Philippines yang juga sebagai Dosen Fakultas Ekonomi sebagai keynote speech  ketiga, Menyampaikan ”strategi yang harus disiapkan adalah skill kemampuan dari tenaga kerja, pelayanan, modal, dan yang penting menurut beliau adalah bagaimana Membuat daerah yang kompetitif dengan kebijakan persaingan yang jelas untuk membangun tingkat lapangan kerja , perlindungan konsumen , perlindungan hak kekayaan intelektual , dan pembangunan infrastruktur yang terkoordinasi”
Acara yang seperti ini ternyanta mampu menyedot antusiasme Mahasiswa UAD bahkan di luar UAD untuk mengikuti acara seminar, ditunjukkan dengan penuhnya ruang Auditorium Kampus I UAD yang di perkirakan mencapai 450 peserta yang hadir. Tanggapan positif pun diberikan kepada IMM Komisariat Fakultas Ekonomi, salah satunya dari Bapak Mufti Hakim selaku Pembina IMM UAD.

oleh Immawan Marzuki

MERIAHKAN MILAD IMM KE-54 DENGAN KAJIAN REMAJA MASJID

IMM UAD mengadakan Kajian Remaja Islam di Masjid Nurul Iman Gedongkuning Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh RISMANI (Remaja Islam Masjid Nurul Iman) dan kader IMM sekomisariat UAD. Kajian yang dilaksanakan pada Jum’at 21 Maret 2015, pukul 19.30, mengankat tema “Pemuda Muslim Ideal Masa Depan” disampaikan oleh Ustad Charis Thohari Rahman., S.TH.i alumni PUTM dan UAD.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan Da’i IMM yang merupakan rangkaian dari acara MILAD IMM ke-51. Immawan Amirul selaku ketua panitia Milad IMM UAD mengatakan”Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan IMM sekaligus menyambung tali silaturahmi antara Remaja Masjid dan IMM”. Dakwah dan IMM merupakan satu kesatuan yang menjadi landasan IMM dalam bergerak.

dakwah imm

Immawan Hirjan selaku Ketua Bidang Dakwah PC IMM Djazaman Al Kindi Kota Yogyakarta mengapresiasi kegiatan ini, harapannya kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat momentum Milad IMM saja. Peranan IMM sebagai gerakan dakwah Islam akan semakin terasa ghirohnya dikalangan masyarakat umum.
kajian imm remaja

IMM UAD Adakan Donor Darah di Kampus

YOGYAKARTA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Univerisitas Ahmad Dahlan Yogyakarta mengadakan donor darah dalam rangka memperingati milad IMM ke 51. Acara donor darah diadakan di Kampus II UAD Jl. Pramuka, Yogyakarta. Ikut meramaiakn acara donor darah digelar juga bazaar buku dan penampilan band quistik dari LSBO (lembaga seni, budaya dan olah raga) Pimpinan Cabang Djazman Al Kindi  Kota Yogyakarta.
Hadir dalam acara tersebut Koordinator Komisarit Immawan Amirul, Presiden Badana Eksekutif Mahasiswa UAD saudara Rio Pamungkas dan Pembina IMM UAD Mufti Khakim, SH. MH. Immawan Amirul selaku korkom mengungkapkan bahwa acara donor darah menjadi bagian dari rangkaian acara peringatan milad IMM yang ke 51.  Lebih lanjut ia mengatakan bahwa acara donor darah sengaja dipilih sebagai kegiatan sosial IMM karena acaranya murah, meriah dan memberikan banyak manfaat kepada sesama.
Mufti Khakim, SH., MH. selaku Pembina IMM UAD mengungkapkan rasa apresisasinya karena IMM telah memiliih donor darah sebagai bentuk perwujudan nilai sosial kemasyarakatan.  Gerakan IMM ditengah-tengah kondisi mahasiswa dengan karakter individualistik yang makin meninggi ternyata masih banyak yang peduli dan memiliki nilai sosial yang tinggi. Menyumbangkan sekantong darah menumbuhkan nilai ke-Ikhlasan dalam diri si pendonor karena ia tidak lagi memandang siapa yang akan disumbang dan jelas mengedepankan rasa tanpa pamrih. Harapan besar bahwa menyumbangkan darah bisa menjadi budaya dan gaya mahasiswa dengan jargon “mahasiswa sejati adalah mahasiswa yang mendonorkan darahnya”.
Peserta yang membeludak rela mengantri untuk menyumbangkan darahnya menandakan bahwa masih hidupnya rasa kemanusian dalam diri mahasiswa ungkap Riandika selaku panitia. Acara donor darah dengan jargon “save a life with your blood” (selamatkan sebuah kehidupan dengan darahmu) hal ini sebagai penyemangat bahwa pendonor adalah orang yang telah menyelamatkan kehidupan. Donor darah bisa menjadi ungkapan rasa syukur kita ke pada Allah karena telah diberi kesehatan dan kehidupun.
Rio Pamungkas selaku presiden BEM UAD yang hadir dan sekaligus menjadi salah satu peserta donor darah mengungkapkan, bahwa donor darah adalah sebagai bentuk perwujudan dedikasi nilai kemanusiaan mahasiswa terhadap sesama manusia. Rasa kemanusiaan perlu dipupuk dan dikembangkan salah satunya dengan mendonorkan darahnya.
Saudara Ginanjar selaku salah satu perserta mengungkapkan rasa lega dan senang karena bisa memberikan kemanfaat bagi orang lain dengan mendonorkan darahnya. Banyak manfaat ungkapnya selain beramal juga membuktikan bahwa dirinya sehat, karena hanya orang yang sehat yang bisa mendonorkan darahnya.
Ada juga peserta donor darah yang kecewa karena tidak bisa menyumbangkan darahnya karena ada masalah kesehatan, masalah siklus kewanitaan, dan tekanan darah yang tidak memenuhi bagi pendonor. Besar harapan agar kegiatan ini bisa rutin untuk dilaksanakan dikampus dengan sasaran Mahasiswa. (sangpencerah.com)
 
Kontributor : Mufti Khakim