
Oleh Annisa Hanif Panjaitan
(Kabid Sospem PK IMM JPMIPA 2020/2021)
Setiap orang ingin tumbuh, berkembang, maju, dan sukses. Keinginan yang wajar dan pantas untuk didukung. Kita sebagai manusia masih dalam proses yang berkembang untuk menjadi jati diri yang lebih baik. Hal-hal yang membantu pengembangan diri ada di sekitar kita seperti melalui bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang salah satu contohnya adalah pramuka.
Kegiatan pengembangan diri seperti itu sudah mulai saya lakukan sejak duduk dibangku SD kelas IV. Awalnya saya sangat senang sekali bisa mengikuti kegiatan pramuka dan pertama kali dibimbing untuk mengenal ilmu-ilmu dasar dalam kepramukaan seperti ilmu baris berbaris. Pengalaman yang sangat berkesan dari kegiatan pramuka di SD ini ketika saya diminta untuk menjadi pemimpin barisan gerak jalan dimana kita tahu bahwa mengatur barisan yang bagus dan teratur itu tidaklah mudah apalagi yang diatur adalah anak-anak SD yang pada waktu itu masih sebaya dengan saya. Tetapi saya tidak putus asa untuk berlatih dan mengembangkan jiwa kepemimpinan dalam mengatur sebuah barisan gerak jalan.
Lalu berlanjut dibangku SMP dimulai dari kelas VII sampai kelas IX saya masih aktif untuk mengikuti kegiatan pramuka. Disini saya mendapatkan pengalaman pramuka yang lebih banyak lagi dari sebelumnya dimulai dengan menjadi panitia MOP (Masa Orientasi Pramuka), menjadi asisten pembina bersama beberapa teman saya yang dimulai sejak kelas VIII dengan tugas mengatur, mendampingi, dan mengajar adik kelas yang mengikuti pramuka. Maka dari itu saya mulai berlatih untuk berpublic speaking. Jiwa berani dan percaya diri saya mulai terbentuk dari pengalaman tersebut, dan masih banyak kegiatan lainnya yang sudah pernah saya ikuti.
Kemudian berlanjut dibangku SMA saya masih aktif di beberapa kegiatan pengembangan diri seperti pramuka dan SBH (Saka Bakti Husada) yang tugasnya hampir sama dengan PMR (Palang Merah Remaja). Di kegiatan pramuka SMA saya dibimbing untuk memperdalam ilmu kepramukaan seperti belajar semaphore dari a-z, belajar baris berbaris menggunakan tongkat, dan lain sebagainya. Dari kegiatan itu saya bisa belajar, berlatih, dan menerapkan yang sudah dipelajari. Sedangkan di SBH pada awalnya terdapat kegiatan orientasi saka, mempelajari ilmu yang berkaitan dengan pola hidup sehat, tanaman obat keluarga, dan lain sebagainya. Di kegiatan SBH ini dilaksanakan setiap 1 minggu sekali di hari minggu pada pagi hari yang dimulai dengan berlari keliling halaman puskesma 10 kali, dimana hal tersebut berguna untuk melatih kekuatan mental dan ketahanan tubuh kita kemudian dilanjutkan dengan sit up, push up, dan yang terakhir sesi penjelasan materi.
Selanjutnya tibalah saya didunia perkuliahan untuk menjadi seorang mahasiswa yang katanya mahasiswa adalah agent of change atau agen perubahan. Saya mulai memasuki dunia perkuliahan di salah satu Universitas Muhammadiyah yang ada di Yogyakarta yaitu Universitas Ahmad Dahlan. Didunia perkuliahan ini pertama kalinya saya mendengar kata IMM. Lalu saya bertanya apakah IMM itu? Dan ternyata IMM adalah singkatan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang merupakan organisasi otonom berada dibawah naungan Muhammadiyah.
Ketika maba saya tertarik untuk bergabung di IMM tersebut. Mengapa? Alasannya yaitu ingin belajar karena belajar dibidang akademik saja bagi saya tidak cukup, menambah pengalaman berorganisasi, berlatih untuk mengembangkan softskill, menambah relasi pertemanan, dan bisa bermanfaat buat orang lain. Kemudian setelah saya memasuki di dunia IMM ternyata hal yang saya dapatkan lebih dari itu, selain bisa belajar kita juga dapat berproses bersama dan berusaha untuk menciptakan ikatan yang solid, progresif, dan berkemajuan.
Jika dipikir kemampuan seseorang untuk mengembangkan diri, mengoptimalkan potensi yang dimiliki itu berbeda-beda dan seringkali kendala juga datang dari diri sendiri. Terkadang tidak menyadari atau tidak memahami potensi yang ada dalam diri sendiri, sehingga tidak mampu mengembangkan kemampuan atau potensi diri. Oleh karenanya pemahaman yang benar terhadap potensi diri sangatlah penting karena dengan mengembangkan diri, kita akan dapat mengenali potensi diri, motivasi diri sehingga dapat meraih kesuksesan baik fisik, intelektual, emosi, sosial, dan spiritual.
Kita bukan orang lain, bukan tiruan manusia lain. Tetapi kita adalah kita. Oleh karena itu biarkanlah diri kita untuk berkembang ke arah yang lebih baik karena waktu adalah kesempatan yang tidak bisa terulang kembali.